Contoh PPJB Beserta Persyataran Untuk Membuatnya

Ketika Anda ingin menjual atau membeli tanah atau barang dan aset lainnya, maka Anda akan memerlukan akta-akta tertentu, salah satunya adalah PPJB.

Perjanjian Pengikatan Jual Beli atau PPJB adalah sebuah akta yang dibuat untuk mengikat antara calon pembeli, penjual, serta pihak lainnya, tanpa menghadirkan notaris. 

Kali ini kami akan menjelaskan tentang persyaratan berserta contoh dari akta PPJB. 

Persyaratan untuk Membuat PPJB

Walaupun tak melibatkan notaris, pembuatan akta ini diatur oleh sejumlah peraturan atau persyaratan yang wajib dipenuhi. 

Sebelum membuat PPJB, ketahui dulu syarat-syaratnya. Berikut adalah sejumlah persyaratan tersebut: 

  • Penjual hanya bisa menawarkan tanah atau rumah setelah memiliki jaminan pembangunan perumahan, kepastian hak kepemilikan tanah, kepastian peruntukan ruang, kepastian tentang status penguasaan rumah, serta perizinan perumahan. 
  • Jika ingin melakukan PPJB, maka wajib memenuhi kondisi-kondisi berikut: 
    • Adanya hal yang diperjanjikan
    • Adanya status kepemilikan tanah 
    • Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG
    • Status keterbangunan setidaknya 20 persen 
  • Tanah atau rumah wajib sesuai dengan laporan yang diberikan dar konsultan manajemen konstruksi ataui konsultan pengawas pembangunan. Berikut adalah rinciannya: 
    • Rumah berjenis tunggal ataupun deret memiliki status keterbangunan setidaknya 20 persen dari keseluruhan jumlah unit rumah. 
    • Rumah berjenis rumah susun memiliki status keterbangunan setidaknya 20 persen dari volume keseluruhan konstruksi bangunan. 

Isi PPJB 

Secara singkat, berikut adalah penjelasan mengenai isi atau poin-poin dari akta PPJB: 

  • Pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan PPJB, umumnya mereka yang terlibat sebagai penjual dan pembeli. 
  • Penjelasan tentang berbagai macam kewajiban yang harus dipenuhi oleh penjual. 
  • Berbagai poin-poin tentang obyek yang mengikat dalam proses jual-beli. 
  • Jaminan-jaminan yang diberikan oleh penjual. 
  • Penjelasan tentang waktu serah terima bangunan atau tanah PPJB.
  • Keterangan mengenai pemeliharaan bangunan serta pemeliharaan bangunan.
  • Penjelasan tentang pengalihan hak PPJB dari pihak-pihak di dalamnya. 
  • Peraturan mengenai pembatalan ikatan jual-beli. 
  • Peraturan jika ada perselisihan PPJB. 

Peran PPJB dalam Proses Jual-beli Rumah dan Tanah 

Seperti yang kita tahu, rumah dan bangunan adalah aset berharga yang memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga Anda membutuhkan jaminan berkekuatan hukum dalam proses penjualan dan pembeliannya. 

PPJB memiliki peran penting dalam proses jual-beli tanah dan rumah. Salah satunya adalah sebagai jaminan hukum untuk menghindarkan Anda dari hal-hal yang tak diinginkan, seperti penipuan dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Hukum yang mendasari PPJB 

PPJB didasarkan pada landasan hukum negara kita, yakni Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2016 mengenai Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang kemudian digantikan dengan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2021. 

Contoh PPJB

Nah, jika Anda ingin membuat surat perjanjian tersebut, Berikut adalah contoh PPJB yang bisa Anda pelajari. Silahkan unduh file-nya disini bit.ly/3Udmgpv.

You May Also Like

About the Author: Wingki